PANDUAN MEMBUAT PENELITIAN KARYA TULIS ILMIAH (KTI) DENGAN MUDAH DAN MENYENANGKAN
Penulisan
karya tulis ilmiah merupakan tugas akhir seorang mahasiswa apabila
ingin menyelesaikan suatu jenjang pendidikan. Sayangnya tidak semua
mahasiswa paham, mengerti cara melakukan penelitian. Bahkan banyak
mahasiswa yang memiliki nilai A pada mata kuliah metodologi penelitian,
akan tetapi mengalami kesulitan pada saat dia harus menuangkan kedalam
sebuah tulisan. Tulisan yang baik tentunya tidak hanya dimengerti oleh
pembuatnya akan tetapi yang lebih penting dapat menyampaikan informasi
kepada pembaca apapun tingkat pendidikan dan profesinya.
Mengapa banyak mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam membuat sebuah rencana penelitian?
Jawabanya,
penelitian bukan cuma sebuah mata kuliah yang harus dihapalkan, lebih
dari itu yaitu perilaku atau tindakan yang memerlukan pengetahuan dan
keterampilan.
Mengapa pengetahuan?
Pengetahuan
diperlukan untuk membuat konsep atau rancangan yang abstrak atau tidak
nyata, sedangkan yang dimaksud dengan keterampilan adalah kemampuan
merealisasikan atau menuliskan konsep yang telah dipikirkan menjadi
sebuah hurup, kata, kalimat, paragraf, bab, dan laporan.
Mengapa kedua-duanya harus ada?
Apakah tidak cukup nilai yang baik pada matakuliah prasyarat sebelumnya?
Jawabannya
adalah pernahkah anda mengalami atau mendengar pembicaraan seorang
mahasiswa yang mengalami kesulitan menuliskan kata-kata padahal menurut
dia idenya sudah ada di kepala? Pernahkan anda mengalami atau melihat
seorang mahasiswa yang sudah duduk didepan komputer dengan posisi siap
mengetik, akan tetapi detik demi detik bahkan jam mungkin juga hari
ternyata tidak satu kalimat pun yang berhasil ditulis.
Mungkin
juga anda pernah mendapatkan atau mengalami sendiri, ide yang ada
dikepala ternyata berbeda dengan apa yang dituliskan dikertas. Sehingga
bukan hanya orang lain yang membaca, anda sendiri merasa tidak mengerti
apa isi dari tulisan anda dan lebih parah lagi anda merasa tidak pernah
menuliskan kalimat demi kalimat yang sedang anda baca.
Sebenarnya
langkah dalam membuat rencana penelitian atau prosposal penelitian
tidak ada bedanya dengan aktivitas keseharian kita.
Loh kok bisa?
Maksudnya
begini. Coba anda bayangkan langkah-langkah yang akan anda lakukan pada
saat anda akan berganti pakaian setelah anda selesai mandi pagi. Sudah
barang tentu yang harus anda bayangkan adalah urutannya atau pakaian
mana yang harus terlebih dahulu dipakai. Sebelum langkah tersebut pasti
anda sudah menentukan pakaian yang mana yang akan dipergunakan pada hari
itu. Pemilihan pakaian pasti akan anda sesuaikan dengan mau kemana
anda. Kembali pada langkah memakai baju, anda akan menggunakan pakaian
dalam terlebih dahulu kemudian baru pakaian yang lebih luar. Apabila
anda memakai pakaian luar di bagian dalam dan pakaian dalam diluar,
analisis saya adalah: itu tidak dilakukan oleh orang normal kecuali anda
memang superman.
Apa hubungan antara saya menjelaskan cara menggunakan pakaian dengan proposal penelitian?
Memang tidak ada hubungan langsung kecuali anda harus berpakaian pada saat membuat proposal kalau tidak mau masuk angin…he..he.
Begini,
berpakaian yang ternyata memiliki langkah-langkah, akan tetapi karena
sering berpakaian sehingga kita tidak sadar bahwa urutan itu ada.
Pembuatan proposal penelitian pun sama, ada langkah-langkahnya. Dengan
kata lain pembuatan proposal penelitian harus dilakukan dengan
sistematis. Betul, salah satu ciri sebuah karya ilmiah adalah ada unsur
sistematis.
Yah…dari
dulu saya juga tahu bahwa ada langkahnya… itu mungkin pernyataan yang
muncul dalam benak anda pada saat menbaca ini. Bagus, kalau anda
menyadarinya. Dengan demikian anda pasti mengetahui apa yang harus ada
kerjakan pertama kali sebelum melakukan pekerjaan lain.
Baiklah
karena kita sama-sama telah mengetahui bahwa penelitian itu membutuhkan
langkah-langkah yang sistematis, maka saya akan menjelaskan dengan
bahasa sederhana setiap langkah yang anda harus lewati apabila anda akan
membuat suatu proposal penelitian. Serius Nih….. tadi?
Langkah Pertama: Mencari Masalah Penelitian dan pertanyaan penelitian.
Langkah
pertama yang harus dilakukan oleh calon peneliti pada saat akan
merencanakan sebuah proposal penelitian adalah mencari masalah
penelitian dan pertanyaan penelitian.
Pasti muncul pertanyaan pada benak anda, “bukankah judul itu lebih penting?”
Kembali
ke cara anda berpakaian. Bukankah langkah pertama pada saat anda
berpakaian karena anda tidak berpakaian, pakaian anda kotor atau mungkin
pakaian yang ada pakai tidak sesuai dengan acara yang akan diikuti.
Anggaplah masalah utamanya adalah anda tidak berpakaian.
Dari mana anda menyatakan masalahnya adalah tidak berpakaian?
Secara konsep, masalah adalah penyimpangan antara harapan dan kenyataan.
Harapannya
anda harus berpakaian apabila tidak mau menderita masuk angin,
sementara pada saat itu anda tidak berpakaian sehingga kemungkinan besar
anda akan masuk angin kalau tidak memakai pakaian. Dengan demikian
masalah timbul yaitu anda tidak berpakaian.
Lalu hubungannya dengan pertanyaan penelitian?
Setelah anda menyadari anda tidak berpakaian, maka timbul pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:
1.Bagaimana kalau saya tidak berpakaian?
2.Pakaian apa yang cocok dengan saya?
3.Apa yang harus saya pertimbangkan dalam memilih pakaian?
4.Apakah ada hubungan antara berpakaian dengan masuk angin?
5.Bagaimana persepsi masyarakat jika saya tidak berpakaian?
6.Dan sebagainya.
Ternyata
dari satu masalah kita mendapatkan lebih dari satu pertanyaan. Begitu
pula pada saat anda mendapatkan masalah penelitian maka anda akan
mendapatkan banyak sekali pertanyaan penelitian.
Satu pertanyaan penelitian minimal bisa anda jadikan satu judul penelitian.
Dengan demikian langkah pertama anda adalah mencari masalah penelitian.
Kemudian muncul kembali pertanyaan anda, darimana saya mendapatkan masalah penelitian?
Pada saat menemukan masalah karena tidak berpakaian maka sebenarnya anda mendapatkan itu pengetahuan sebelumnya dari:
1. Pengalaman sendiri, mungkin anda pernah masuk angin akibat tidak berpakaian.
2. Orang lain, orang lain menyatakan bahwa kalau tidak berpakaian maka anda akan masuk angin.
3.
Buku, apabila anda membaca buku cara berpakaian sesuai dengan acara
resmi maka anda akan memilih pakaian sesuai dengan acara tersebut.
4.
Penelitian, mungkin juga anda membaca hasil penelitian orang lain bahwa
ada hubungan antara tidak berpakaian dengan masuk angin.
Kaitannya dengan cara mendapatkan masalah?
Masalah penelitian anda akan dapatkan dari:
1.
Pengalaman sendiri, misalnya anda sebagai petugas kesehatan tentuanya
anda akan mendapatkan kesenjangan antara harapan dan kenyataan atau
teori dengan kenyataan dan itulah masalah.
2.
Orang lain, anda bergaul dengan orang lain tentunya orang yang ahli
dibidangnya. Orang tersebut menyatakan ada masalah, dan anda mengambil
masalah itu menjadi masalah penelitian anda.
3.
Buku, tuntunan dari Allah SWT yang menyuruh kepada Nabi Muhammad SAW
yang tidak dapat membaca adalah Ikro, Ikro, Ikro….Baca, Baca, Baca…
Bacalah dengan nama Tuhanmu. Dengan membaca anda akan mendapatkan
permasalahan, jadi Bacalah…
4.
Penelitian, anda dapat membaca hasil penelitian orang lain dan disana
anda mendapatkan masalah yang direkomendasikan oleh peneliti. Bisa juga
anda melakukan penelitian kecil (small research) terkait sebuah topik
yang anda senangi dan dari sana anda akan mendapatkan masalah.
Mudahkan? He he …
Alhamdulilah…
Setelah
langkah pertama selesai maka anda akan menuju langkah selanjutnya yaitu
menuliskan isi fikiran / masalah yang anda temukan dalam sebuah
proposal penelitian:
Untuk
menyamakan presepsi juga struktur ini dari proposal penelitian bagi
mahasiswa STIKES BINA GENERASI, maka komponen pada pembuatan proposal
penelitian merujuk pada buku panduan penyusunan dan penulisan karya
tulis ilmiah dan skripsi yang dikeluarkan oleh institusi STIKes Biges
pada halaman 7-8. Dimana secara garis besar memuat beberapa hal pokok
yang akan saja jelaskan.
Latar belakang merupakan pembenaran (justifikasi) terhadap pemilihan masalah penelitian. Dalam latar belakang calon peneliti memaparkan:
1. mengapa penelitian tersebut harus dilakukan?
2. bagaimana kalau tidak dilakukan penelitian?
3. bagaimana kalau dilakukan penelitian?
1. mengapa penelitian tersebut harus dilakukan?
2. bagaimana kalau tidak dilakukan penelitian?
3. bagaimana kalau dilakukan penelitian?
Pada
saat menjelaskan mengapa penelitian dilakukan, calon peneliti harus
menjelaskan fenomena/masalah yang ada dilapangan sehingga menyebabkan
perlunya untuk dilakukan penelitian. Dalam menjelaskan masalah, calon
peneliti harus membandingkan antara harapan atau teori dengan kenyataan
yang ada sehingga timbul kesenjangan (masalah). Fenomena yang ada dapat
diperoleh dari:
1. hasil penelitian pendahuluan (small research)
2. hasil penelitian orang lain
3. instansi lain yang sesuai
4. pengalaman calon peneliti
Data
atau fenomena tersebut disusun dengan menggunakan metode deduktif atau
induktif (dari umum ke khusus atau dari khusus ke umum). Contoh
menggunakan metode deduktif. Dalam kesempatan ini calon peneliti ingin
menjelaskan data yang berasal dari organisasi kesehatan dunia, dinas
kesehatan kabupaten, dinas kesehatan provinsi, departemen kesehatan,
rumah sakit kabupaten atau kota, dan unit tertentu di rumah sakit
kabupaten atau kota/puskesmas/masyarakat. Maka pada saat menuliskan
calon meneliti mengurutkan data atau fenomena dari:
1. World Health Organization (WHO) (Dunia)
2. Depatemen Kesehatan (Indonesia)
3. Dinas Kesehatan Provinsi (Provinsi)
4. Dinas Kesehatan Kabupaten atau Kota (Kabupaten atau Kota)
5. Rumah Sakit/Puskesmas/Masyarakat
6. Unit Tertentu dari Rumah Sakit/Puskesmas/Masyarakat
Selanjutnya
setelah menampilkan fenomena tersebut calon peneliti mengungkapkan
masalah atau kesenjangan yang ada, dengan cara membandingkan antara
harapan dan kenyataan. Hasil perbandingan tersebut menunjukan adanya
kesenjangan yang harus dicari jalan pemecahannya. Salah satu
pemecahannya adalah perlunya penelitian dilakukan untuk menjawab masalah
tersebut. Setelah itu peneliti juga memberikan alasan apabila
penelitian tidak dilakukan dan apabila penelitian dilakukan.
Contoh:
Judul Penelitian “Hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil dengan
ketaatan memeriksakan diri selama kehamilan di Rumah Sakit Umum
Polewali”
Selanjutnya adalah menuliskan Rumusan Masalah penelitian
Masalah penelitian merupakan
masalah yang akan dicari jawabannya melalui penelitian yang akan
dilakukan. Masalah penelitian ditulis dalam bentuk kalimat tanya.
Contoh:
Bagaimana hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil dengan ketaatan memeriksakan diri selama kehamilan di Rumah Sakit Umum Polewali?
Contoh:
Bagaimana hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil dengan ketaatan memeriksakan diri selama kehamilan di Rumah Sakit Umum Polewali?
Selanjutnya adalah menyampaikan tujuan penelitian
Tujuan Umum
Tujuan umum merupakan tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini dengan kata lain tujuan akhir dari penelitian ini.
Contoh:
Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara
tingkat pengetahuan ibu hamil dengan keataatan memeriksakan diri selama
kehamilan di Rumah Sakit Umum Polewali.
Tujuan Khusus
Tujuan
khusus merupakan tujuan yang ingin dicapai melalui variabel independen
dan dependen. Apabila ada sub variabel dari independen maupun dependen
maka dibuat juga dalam tujuan khusus.
Contoh:
Tujuan khusus dari penelitian ini adalah:
a. Mengidentifikasi tingkat pengetahuan ibu hamil yang memeriksakan diri ke Rumah Sakit Umum Polewali
b. Mengidentifikasi ketaatan ibu hamil yang memeriksakan diri ke Rumah Sakit Umum Polewali
c.
Mengidentifikasi tingkat pengetahuan ibu hamil dan memeriksakan diri ke
Rumah Sakit Umum Polewali berdasarkan tingkat pendidikan
d. Mengidentifikasi tingkat pengetahuan ibu hamil dan memeriksakan diri ke Rumah Sakit Umum Polewali berdasarkan usia
e. Mengidentifikasi tingkat pengetahuan ibu hamil dan memeriksakan diri ke Rumah Sakit Umum Polewali berdasarkan paritas
f.
Mengidentifikasi tingkat pengetahuan ibu hamil dan memeriksakan diri ke
Rumah Sakit Umum Polewali berdasarkan tingkat sosial ekonomi
Tahap Selanjutnya adalah Manfaat Penelitian:
Dalam
menjelaskan manfaat penelitian calon peneliti harus menjelaskan manfaat
dari penelitian yang akan dilakukan terhadap calon peneliti, profesi
calon peneliti, tempat penelitian, instansi calon peneliti kalau mungkin
manfaat untuk penelitian selanjutnya. Penjelasan tentang manfaat
penelitian harus ditulis secara spesifik, artinya manfaat tersebut
adalah manfaat dari penelitian yang akan dilakukan bukan dari yang lain.
Contoh:
1. Manfaat untuk peneliti
Melalui
penelitian ini peneliti dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh
selama mengikuti pembelajaran terutama tentang hubungan tingkat
pengetahuan ibu hamil dengan ketaatan dalam memeriksakan diri selama
kehamilan di Rumah Sakit Umum Polewali
2. Manfaat untuk profesi keperawatan
Melalui
penelitian ini diharapkan dapat menambah memperkaya keilmuan dalam
keperawatan terutama keperawatan maternitas tentang hubungan antara
pengetahuan ibu hamil dengan ketaatan dalam memeriksakan diri selama
kehamilan di Rumah Sakit Umum Polewali.
3. Manfaat untuk tempat penelitian
Melalui
penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi Rumah Sakit
Umum Polewali terkait dengan hubungan antara pengetahuan ibu hamil
dengan ketaatan dalam memeriksakan diri selama kehamilan di Rumah Sakit
Umum Polewali.
4. Manfaat untuk Stikes Bina Generasi Polewali Mandar
Penelitian
ini dapat dipergunakan sebagai literatur ilmiah dalam bidang
keperawatan maternitas terutama dalam hubungan antara pengetahuan ibu
hamil dengan ketaatan dalam memeriksakan diri selama kehamilan di Rumah
Sakit Umum Polewali.
5. Manfaat untuk penelitian selanjutnya
Penelitian
ini dapat dipergunakan sebagai bahan dalam melanjutkan penelitian
terkait dengan hubungan antara pengetahuan ibu hamil dengan ketaatan
dalam memeriksakan diri selama kehamilan di Rumah Sakit Umum Polewali.
Selanjutnya Metode Penelitian:
Berikut
ini contoh dari metode penelitian, akan tetapi setiap penelitian
mempunyai metode-metode yang berbeda sesuai dengan tujuan yang ingin di
capainya. Metode penelitian adalah cara penelitian itu dilakukan. Biasanya Metode penelitian terdiri dari:
1. Jenis Penelitian
2. Tempat Penelitian
3. Waktu Penelitian
4. Populasi, sampel dan sampling
5. Instrumen penelitian
6. Rencana analisa
7. Etika Penelitian
Jenis Penelitian
Jenis penelitian dapat menunjukan sebuah cara memandang sebuah penelitian berdasarkan cara pandang tertentu. Misalnya: Jenis penelitian berdasarkan jenis data yaitu penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Jenis penelitian dilihat dari cara pendekatan yaitu cross sectional (potong lintang) dan longitudinal. Jenis penelitian dilihat dari hubungan antar variabel yaitu deskriftif, korelasional, komparasi.
Tempat Penelitian
Tempat penelitian menunjukan dimana penelitian akan dilakukan. Disini calon peneliti harus secara lengkap menjelaskan tentang rencana penelitian akan dilakukan. Apabila tempat penelitian dilakukan di lebih dari satu tempat maka calon peneliti harus menjelaskan dimana saja penelitian tersebut.
Waktu Penelitian
Dalam menjelaskan waktu penelitian, calon peneliti harus menjelaskan dari mulai perencanaan sampai dengan publikasi. Kebanyakan calon peneliti mengambarkan waktu penelitian dalam bentuk tabel rencana penelitian.
Populasi,
Dalam menjelaskan populasi, calon peneliti harus menjelaskan berapa besar populasi yang menjadi target dalam penelitian tersebut. Target populasi adalah populasi yang akan digunakan untuk melakukan generalisasi dari sebuah penelitian.
Sampling
Dalam menjelaskan sampling calon peneliti dengan cara apa mengambil sampel. Dalam menentukan jenis sampling seorang peneliti harus mempertimbangkan populasi target, metode penelitian, dan jenis pendekatan.
Sampel
Dengan menggunakan tehnik sampling yang baik calon peneliti dapat menentukan ukuran sample dari sebuah penelitian. Sample merupakan subjek penelitian yang terlibat langsung dalam penelitian. Hasil dari sample tersebut pada akhir penelitian akan digeneralisasi pada populasi target.
Instrumen Penelitian
Validitas
Reliabilitas
Jenis Data
Data Primer dan Data Sekunder
Rencana Analisis Data
Univariat
Tujuan dari analisis univariat (deskriftif) adalah menjelaskan / mendeskripsikan karakteistik masing-masing variabel yang diteliti. Pada dasarnya analisis ini digunakan untuk meringkas data menjadi ukuran tengah dan ukuran variasi. Ringkasan tersebut selanjutnya dibandingkan dengan gambaran dari subjek yang lain. Dalam meringkas data numerik ukuran tengah yang biasa dipergunakan adalah mean, median, dan modus. Sedangkan nilai tengah diantaranya range, jarak inter quartil, standar deviasi.
Bivariat
Analisis ini digunakan untuk menghuji hubungan atau pengaruh dari dua buah variabel. Jenis uji bivariat disesuaikan dengan jenis data dari masing-masing variabel.
Etika Penelitian
Dalam menjelaskan etika penelitian calon peneliti harus menjelaskan masalah etik yang mungkin terjadi. Masalah etik tersebut dijelaskan oleh calon peneliti secara jelas termasuk cara mengatasi masalah etik tersebut.
Beberapa masalah etik yang biasa terjadi dalam penelitian adalah: hak untuk self determination; hak terhadap privacy dan martabat; hak terhadap anonymity dan confidentiality; hak untuk mendapatkan penanganan yang adil; dan hak terhadap perlindungan dari ketidaknyamanan atau kerugian. Hak self determination memberikan otonomi kepada subjek penelitian untuk membuat keputusan secara sadar, bebas dari paksaan untuk berpartisipasi atau tidak berpartisipasi dalam penelitian ini atau untuk menarik diri dari penelitian ini. Sedangkan hak terhadap privacy dan dignity memberikan kesempatan kepada subjek penelitian untuk menentukan waktu, dan situasi dimana dia terlibat. Dengan hak ini pula informasi yang didapatkan di subjek penelitian tidak boleh dikemukakan kepada umum tanpa persetujuan dari yang bersangkutan. Sementara itu hak anonymity dan confidentiality didasari atas hak kerahasiaan, subjek penelitian memiliki hak untuk tidak ditulis namanya atau anonim dan memiliki hak untuk berasumsi bahwa data yang dikumpulkan akan dijaga kerahasiaanya.
1. Jenis Penelitian
2. Tempat Penelitian
3. Waktu Penelitian
4. Populasi, sampel dan sampling
5. Instrumen penelitian
6. Rencana analisa
7. Etika Penelitian
Jenis Penelitian
Jenis penelitian dapat menunjukan sebuah cara memandang sebuah penelitian berdasarkan cara pandang tertentu. Misalnya: Jenis penelitian berdasarkan jenis data yaitu penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Jenis penelitian dilihat dari cara pendekatan yaitu cross sectional (potong lintang) dan longitudinal. Jenis penelitian dilihat dari hubungan antar variabel yaitu deskriftif, korelasional, komparasi.
Tempat Penelitian
Tempat penelitian menunjukan dimana penelitian akan dilakukan. Disini calon peneliti harus secara lengkap menjelaskan tentang rencana penelitian akan dilakukan. Apabila tempat penelitian dilakukan di lebih dari satu tempat maka calon peneliti harus menjelaskan dimana saja penelitian tersebut.
Waktu Penelitian
Dalam menjelaskan waktu penelitian, calon peneliti harus menjelaskan dari mulai perencanaan sampai dengan publikasi. Kebanyakan calon peneliti mengambarkan waktu penelitian dalam bentuk tabel rencana penelitian.
Populasi,
Dalam menjelaskan populasi, calon peneliti harus menjelaskan berapa besar populasi yang menjadi target dalam penelitian tersebut. Target populasi adalah populasi yang akan digunakan untuk melakukan generalisasi dari sebuah penelitian.
Sampling
Dalam menjelaskan sampling calon peneliti dengan cara apa mengambil sampel. Dalam menentukan jenis sampling seorang peneliti harus mempertimbangkan populasi target, metode penelitian, dan jenis pendekatan.
Sampel
Dengan menggunakan tehnik sampling yang baik calon peneliti dapat menentukan ukuran sample dari sebuah penelitian. Sample merupakan subjek penelitian yang terlibat langsung dalam penelitian. Hasil dari sample tersebut pada akhir penelitian akan digeneralisasi pada populasi target.
Instrumen Penelitian
Validitas
Reliabilitas
Jenis Data
Data Primer dan Data Sekunder
Rencana Analisis Data
Univariat
Tujuan dari analisis univariat (deskriftif) adalah menjelaskan / mendeskripsikan karakteistik masing-masing variabel yang diteliti. Pada dasarnya analisis ini digunakan untuk meringkas data menjadi ukuran tengah dan ukuran variasi. Ringkasan tersebut selanjutnya dibandingkan dengan gambaran dari subjek yang lain. Dalam meringkas data numerik ukuran tengah yang biasa dipergunakan adalah mean, median, dan modus. Sedangkan nilai tengah diantaranya range, jarak inter quartil, standar deviasi.
Bivariat
Analisis ini digunakan untuk menghuji hubungan atau pengaruh dari dua buah variabel. Jenis uji bivariat disesuaikan dengan jenis data dari masing-masing variabel.
Etika Penelitian
Dalam menjelaskan etika penelitian calon peneliti harus menjelaskan masalah etik yang mungkin terjadi. Masalah etik tersebut dijelaskan oleh calon peneliti secara jelas termasuk cara mengatasi masalah etik tersebut.
Beberapa masalah etik yang biasa terjadi dalam penelitian adalah: hak untuk self determination; hak terhadap privacy dan martabat; hak terhadap anonymity dan confidentiality; hak untuk mendapatkan penanganan yang adil; dan hak terhadap perlindungan dari ketidaknyamanan atau kerugian. Hak self determination memberikan otonomi kepada subjek penelitian untuk membuat keputusan secara sadar, bebas dari paksaan untuk berpartisipasi atau tidak berpartisipasi dalam penelitian ini atau untuk menarik diri dari penelitian ini. Sedangkan hak terhadap privacy dan dignity memberikan kesempatan kepada subjek penelitian untuk menentukan waktu, dan situasi dimana dia terlibat. Dengan hak ini pula informasi yang didapatkan di subjek penelitian tidak boleh dikemukakan kepada umum tanpa persetujuan dari yang bersangkutan. Sementara itu hak anonymity dan confidentiality didasari atas hak kerahasiaan, subjek penelitian memiliki hak untuk tidak ditulis namanya atau anonim dan memiliki hak untuk berasumsi bahwa data yang dikumpulkan akan dijaga kerahasiaanya.
Alhamdulillah….
Semoga catatan kecil ini bisa sedikit membantu anda…..
Amien…. Segala puji bagi allah swt yang menguasai langit dan bumi….
0 komentar:
Posting Komentar